Luar biasa...! Itu yang hanya dapat terlontar dari mulut ketika menyaksiksan seorang terduga koruptor pengadaaan Al-Qur'an mengadakan konpres (press conference) mengenai keterlibatannya dalam kasus tersebut. Dari mulutnya keluar kata-kata permohonan maaf.
Saya tercenung. Dalam konteks apa beliau yang terhormat itu (karena beliau anggota DPR) meminta maaf? Minta maaf karena sudah melakukan korupsi? Minta maaf karena sudah melukai hati masyarakat muslim? Minta maaf karena menyelewengkan uang rakyat?
Rasanya baru kali ini kita menyaksikan ada seorang koruptor yang meminta maaf. Apakah dengan kata lain, beliau sudah mengakui kalau dia melakukan korupsi? (dan yang lebih seru lagi, korupsi bareng anak kandungnya sendiri..ck ck ck...).
Dan apakah seandainya KPK tidak mengendus dan menangkap tangan perbuatan ini, apakah beliau akan mengadakan konpres dan meminta maaf? Berani potong telinga, si beliau ga akan mau !
Jadi, buat apa meminta maaf? Kalau mau meminta maaf, minta maaf sama Allah. Cuma, kembalikan dulu semua uang yang bukan haknya, baru Allah akan memaafkan.. Kalau tidak? Ya nerakalah...
Dan apa ada masyarakat muslim Indonesia yang mau memaafkan beliau?
Boleh saja, asal setelah itu digantung di tiang listrik, terus digebukin orang satu kecamatan!
Salam,
Jumat, 6 Juli 2012
Tronoh, Ipoh, PERAK
Catatan Kecil Turnad Lenggo Ginta
Thursday, July 5, 2012
Friday, May 16, 2008
Inspirasi Jum'at Pagi
Setiap pagi aku selalu berangkat awal ke kampus, sekitar jam 8 KL dah jalan ke lab. Memulai pekerjaan lebih awal memang lebih terasa nyaman dan segar. Cuma pagi tadi serasa dikit males. Ada keengganan untuk melangkahkan kaki ke lab yang berjarak sekitar 20 menit dengan berjalan kaki. Pengen rasanya pagi ini terus melanjutkan tidur yang masih kurang.
Tapi pagi ini kakiku tetap kulangkahkan menuju lab. Agak males memang. Dan kulangkahkan kaki ke kantin untuk sedikit isi perut. Tapi di kejauhan ku lihat pemandangan yang mengusik hati. Seorang student, wanita, bersusah payah mengayuhkan tangannya untuk memutar roda kursi roda nya, dan keliatan sekali dia bergegas menuju ruang kelas. Buku dan tas kelihatan membuat kursi rodanya bertambah berat. Hatiku tercenung. Saat itu aku merasa kerdil. Luar biasa perjuangan gadis itu. Begitu semangatnya dia mencari ilmu. Kelumpuhan kakinya tidak membuat semangatnya utk menuntut ilmu juga lumpuh. Ya, Allah....Aku sudah menjadi orang yang tidak mensyukuri nikmat-MU. Kakiku sempurna. Anggota tubuhku sempurna. Begitu banyak nikmat yang sudah Engkau berikan padaku di pagi ini. Kenapa aku mesti menyia-nyiakan nikmat-Mu?
Pagi ini aku teruskan perjalanan menuju lab. Kali ini dengan semangat yang berbeda....
Kuala Lumpur, Jum'at, 16 Mei 2008
Tapi pagi ini kakiku tetap kulangkahkan menuju lab. Agak males memang. Dan kulangkahkan kaki ke kantin untuk sedikit isi perut. Tapi di kejauhan ku lihat pemandangan yang mengusik hati. Seorang student, wanita, bersusah payah mengayuhkan tangannya untuk memutar roda kursi roda nya, dan keliatan sekali dia bergegas menuju ruang kelas. Buku dan tas kelihatan membuat kursi rodanya bertambah berat. Hatiku tercenung. Saat itu aku merasa kerdil. Luar biasa perjuangan gadis itu. Begitu semangatnya dia mencari ilmu. Kelumpuhan kakinya tidak membuat semangatnya utk menuntut ilmu juga lumpuh. Ya, Allah....Aku sudah menjadi orang yang tidak mensyukuri nikmat-MU. Kakiku sempurna. Anggota tubuhku sempurna. Begitu banyak nikmat yang sudah Engkau berikan padaku di pagi ini. Kenapa aku mesti menyia-nyiakan nikmat-Mu?
Pagi ini aku teruskan perjalanan menuju lab. Kali ini dengan semangat yang berbeda....
Kuala Lumpur, Jum'at, 16 Mei 2008
Subscribe to:
Comments (Atom)