Luar biasa...! Itu yang hanya dapat terlontar dari mulut ketika menyaksiksan seorang terduga koruptor pengadaaan Al-Qur'an mengadakan konpres (press conference) mengenai keterlibatannya dalam kasus tersebut. Dari mulutnya keluar kata-kata permohonan maaf.
Saya tercenung. Dalam konteks apa beliau yang terhormat itu (karena beliau anggota DPR) meminta maaf? Minta maaf karena sudah melakukan korupsi? Minta maaf karena sudah melukai hati masyarakat muslim? Minta maaf karena menyelewengkan uang rakyat?
Rasanya baru kali ini kita menyaksikan ada seorang koruptor yang meminta maaf. Apakah dengan kata lain, beliau sudah mengakui kalau dia melakukan korupsi? (dan yang lebih seru lagi, korupsi bareng anak kandungnya sendiri..ck ck ck...).
Dan apakah seandainya KPK tidak mengendus dan menangkap tangan perbuatan ini, apakah beliau akan mengadakan konpres dan meminta maaf? Berani potong telinga, si beliau ga akan mau !
Jadi, buat apa meminta maaf? Kalau mau meminta maaf, minta maaf sama Allah. Cuma, kembalikan dulu semua uang yang bukan haknya, baru Allah akan memaafkan.. Kalau tidak? Ya nerakalah...
Dan apa ada masyarakat muslim Indonesia yang mau memaafkan beliau?
Boleh saja, asal setelah itu digantung di tiang listrik, terus digebukin orang satu kecamatan!
Salam,
Jumat, 6 Juli 2012
Tronoh, Ipoh, PERAK